Sabtu, 26 November 2011

waktu


“Waktu”
Apa sih waktu???
Apakah kita harus mengerti waktu dengan mendefinisikan waktu, saya kira tidak usah.yang harus kita tahu adalkah bagaimana wkita bisa mengefisienkan waktu agar bernilai ibadah dan mencari ilmu. Supaya hidup ini lebih berguna tidak hany anongkrong di depan facebook seharian tanpa kita tahhu manafaat dan gunanya, sekiranya kita tidak mendafaat manfaaat dan gunanya jangan diterapkan dilakukan. Di zaman modern ini kita harus jeli untuk memanage waktu apakah kita tahu siapa dan tujuanya apa pembuatan acoun jejearing sosial itu kita harus tahu dulu karena sekarang adalah waktunya perang pikiran (ghozul fikri), jangan sampai kita nongkrong di jejaring social hanya untuk uporia saja atau hanya sekedar menghabiskan waktu.
            Kita sering binggung apakah kita sudah memanfaatkan waktu dengan baik ataukah malah kita yang di manfaatkan waktu dan akhirnya dibunuh oleh waktu sendiri. Sebuah pepatah arab mengatak “waktu adalah pedang” maka jika waktu di ibaratkan pedang yang tajam, dengan ini kita harus tahu bagimana pedang itu bisa berguna dan memanfaatkan dengan baik . jangan sampai kita yang terbunuh oleh ketajaman pedang karena kecerobohan kita dalam mengunakanya. Dimana di zaman modern ini behavior mengibaratkan manusia homo mecanicus (manusia robot). Tapi bukan berarti kita mengartikannya secara harfiah manusia seperti robot, misalnya seperti ini, kita bekerja di sebuah perusahaandan banyak mesin-mesin sebagai alat untukmempermudah kita dan membantu kita dalam bekerja. Tapi coba kita pikir ketika kitaberada di depan sebuah mesin otomatis, pakah kita bebas untuk beraktifitas atau kah kita mengikuti semua intruksi-intruksi mesin yang ada di program mesin tersebut sehingga kita tak sadar bahwa kita sedang dikendalikan oleh mesin yang kita buat sendiri. Semakin zaman ini modern maka manusia semakin buta akan arti kebebasan yang sesungguhnya sesuai dengan syariat.
            Allah berfirman dalam al-quran, Demi masa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Di dalam tafsir al-azhar bahwa janganlah mempergunakan waktu dengan salah hanya melakukan sesuatu yang kurang berfaedah tanpa ada pangkan ujungnya itulah orang-orang yang akan mendapat kerugian di akhirat nanti kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh.  Agar waktu itu bernilai ibadah utuk menambaak keimanan kita supaya kita tidak termasuk orang yang rugi. Di alam bidayatul hidayah karya imam Al-Ghozali jika Allah memberikan kita setandar usia 60 tahun dan dalam 1 hari itu 24 jam dan kita menggunakan 8 jam hanya untuk tidur maka sepertiga hidup kita hanya digunakan untuk tidur saja. Pakah kita tidak merasarugi sepertiga hidup kita dipergunakn sia-sia, dan belum tentu waktu yang sisanya kita gunakan dengan baik.
Maka imam syafi’I membagi waktu malamnya kedalam tiga waktu waktu yang pertama intuk belajar waktu yang kedua untuk istirahan dan waktu yang ketiga untuk beribadah.
Saya punya sebuah cerita bagaiman orang-orang alim  saking berharganya waktu untuk mencari ilmu dlam buku keajaiban belajar.
Mungkin tak ada yang mencintai ilmu seperti mereka ulama-ulama muslim masa silam seperti berikut: ibnu Aqil (tahun 1136) berkata,” saya meringkas semaksimal mungkin waktu makan. Hingga saya lebih memilih roti kering yang dicelup air dibandingkan khubz (roti lembab), karena perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk mengunyahnya.” Begitu detil penghitungan waktunya. Maka tak mengherankan jika karyaya amay banyak, jumlahnya mencapai 800 buah dari berbagai bidang ilmu. Lain lagi dengan Syamsudin Al-Ashbani (tahun 1372). Menurut para sahabatnya, ia banyak menolak makanan. Ini ia lakukan agar tidak banyk wakut keluar masuk kamar mandi, yang membuat waktu belajarnya terkurangi.
            Muhammad bin sahnun (tahun 879) sehari-hari sibuk dengan membaca dan menulis hingga sampai larut malam. Tahu majikannya sibuk, Ummu Mudaim sang pembantu menyediakan makan dan menyilahkannya. Tetapi bin sahnun hanya bilang ,”saya sedang sibuk” hingga tetap asyik menulis dan tidak menyentuh makanannya. Ummu mudaim berinisiatif menyuapinya sampai makanan itu habis. Saat adzan shubuh, Bin sahnun malah bertanya,”…mana makanan saya?” sang pembantu manjawab,” saya sudah menyuapkan pada anda,’ sahnun hera,” saya tak merasa…”Tidak hanya menyayangkan waktu makan, Abu yusuf ya’kub sering terlihat membaca buku saat tengah berjalan ke tempat tujuan.
Batapa subhanallahnya profil orang-orang besar. Jika kita ingin seprti mereka maka ikutilah cara mereka untuk menggunakan waktu, belajar..belajar..dan belajar. Karena inti kehidupan ini semuanya adalah belajar. Belajar untuk beribadah, balajr utuk taat, belajar untuk ikhlas, belajar untuk tawakal belajar untuk mempergunakan waktu dengan baik supaya tidak termasuk kepada orang-orang yang merugi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar